Laman

Senin, 07 Februari 2011

guyonan ala gusdur

lama tak ngasih posting ni blog kangen juga :)
udah sekitar 3 bulan blog ne mati suri karena tuntutan keadaan yang menyebapkan aku nggk bisa update posting, huh tak terasa.... 3 bulan bertapa di gunung bromo, akhirnya saya dapat wangsit. alkisah di mulai dari cerita berlanjut pak gusdur. Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur memang fenomenal itu dikenal sebagai pribadi yang unik dan otentik. Otentisitasnya inilah yang membuat ia senantiasa dikenang. Semasa hidup, pernyataan Gus Dur seringkali nyeleneh dan kadang-kadang bikin telinga merah bagi yang merasa tersindir. Tapi faktanya, Gus Dur merupakan sosok yang dicintai. Saat wafat
ditangisi banyak orang. Semua orang berebut mengucapkan selamat jalan. Insan-insan dari berbagai agama berlinangan airmata dan mendoakan perjalanannya ke alam yang baru. Saking populernya Gus Dur, bahkan ada pula yang memanfaatkan wafatnya Gus Dur demi kepentingan politik. Sekali lagi, Gus Dur memang sosok otentik yang pupulis dan dicintai. Entah kapan bangsa ini punya anak bangsa sekelas Gus Dur lagi. Kumpulan Humor Gus Dur di Internet ini bukan hasil pikiran saya. Saya hanya mencomot sanasini, lantas menjahitnya jadi satu. Humor-humor Gus Dur atau ala Gus Dur tak hanya lucu, seringkali sarkastis dan mengandung banyak pembelajaran. Inilah salah satu warisan Gus Dur bagi bangsa
ini. Humor yang reflektif. Anekdot yang
bermakna.

1. Peternak Lebah ala Gus
Dur
Saat Presiden Abdurrahman Wahid
menjabat, Departemen Kehutanan dan
Perkebunan (Dephutbun) tidak henti
didemo. Setiap hari ada saja kelompok yang
berdemonstrasi di departemen yang saat itu
dipimpin Nur Mahmudi Ismail.
Tuntutan mereka sama, yang mendeseak
pembatalan pengangkatan Sutjipto sebagai
Sekjen Dephutbun.
"Sutjipto terlalu tua, copot saja!" teriak salah
satu pendemo. "Sutjipto bukan pejabat karir,
berikan saja jabatan itu kepada orang
dalam!" pekik yang lain. "Pengangkatan
Sutjipto berbau KKN, copot saja," bunyi
tulisan sebuah poster yang diacungkan.
Rentetan demonstrasi yang sempat
melumpuhkan sebagian kegiatan Dephutbun
itu. Pasalnya, tidak sedikit karyawan yang
ikutan berdemo, yang pada akhirnya
menyerempet posisi Menteri Nur Mahmudi
sendiri. Tapi Presiden berkeras supaya
Sutjipto dipertahankan.
Dalam suasana seperti itulah cucu KH
5
Hasyim Asy'ari itu, melantik pengurus
Perhimpunan Peternak Lebah di Jakarta
akhir Maret 2000.
Dalam pidatonya, Gus Dur antara lain
memaparkan mengenai kondisi peternakan
lebah terkini.
"Kita ini setiap tahun masih mengimpor 350
ribu ton lebah dari luar negeri," tutur dia.
"Lah, orang-orang yang berdemo itu,
daripada mendemo menterinya mbok lebih
baik beternak lebah, supaya kita tidak
mengimpor lagi!" pinta Gus Dur. (rhs)

Sumber: okezone.com, 04 Januari 2010


Tidak ada komentar:

Posting Komentar